Jumat, 18 Mei 2012

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia

Pancasila sudah tidak asing lagi kita dengar, karena Pancasila merupakan dasar negara kita,sejak dulu ketika kita masih duduk di sekolah dasar sampai saat ini pendidikan pancasila masih terus di terapkan.hal itu merupakan upaya pendidikan untuk membentuk manusia indonesia yang berkepribadian pancasila dan selalu mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupannya bermasyarakat dan bernegara yang memahami akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Pancasila di sahkan pada tanggal 18 Agustus 1945,embrio lahirnya pancasila sudah ada ketika pidato bung karno pada tanggal 1 juni 1945 yang isinya menjawab mengenai pertanyaan apa dasar negara indonesia untuk merdeka, nama pancasila itu sendiri merupakan ide dari teman bung karno yang ahli dalam bahasa yakni Moh. Yamin.
bung Karno berkata bahwa pancasila ini merupakan kristalisasi dari nilai-nilai kebudayaan yang baik yang sudah mendarah daging dalam jati diri bangsa selama berpuluh-puluh tahun lamanya.
pancasila menurut bahasa panca artinya lima dan sila artinya dasar
artinya ada lima dasar yang merupakan dasar berdirinya suatu bangsa, pancasila sebagai ideologi hanya dimiliki oleh bangsa indonesia, karena memang pancasila itu merupakan kristalisasi nilai kebudayaan bangsa kita. dari lima dasar itu apabila kita deskripsikan tidak ada satupun nilai yang bertentangan dengan kehidupan bangsa kita, dari mulai sila pertama sampai sila yang terakhir.
kita bisa jabarkan nilai-nilai pancasila  
1.      dari mulai yang pertama yaitu mengenai "ketuhanan" isinya "Ketuhanan yang maha esa" artinya bangsa indonesia dalam kehidupannya Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup serta mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam .

2.      Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Moralitas)Nilai kemanusian ini bersumber pada dasar filosofi antropologi, bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) juga jasmani (raga) yang berdiri sendiri sebagai mahluk ciptaan Tuhan. Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap warga Negara sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan, yang didasarkan pada nurani manusia dalam berhubungan dengan lingkungan sekitarmya. sebab setiap manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab.Manusia yang maju peradabannya tentu lebih maju,mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang lebih teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat yang aman untuk mencapai ketentraman dengan usaha keras, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai. 

3.      Persatuan Indonesia. Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah perwujudan sifat kodrat manusia sebagai mahluk monodualisme, yaitu mahluk individu juga mahluk social. Negara adalah tempat berkumpulnya elemen-elemen yang berupa suku, ras, etnis, klan, kelompok maupun golongan yang didlamnya saling mengisi. Meskipun begitu bangsa Indonesia tetap bersatu walaupun terdapat banyak kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bangsa Indonesia hadir untuk
mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke.
Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan yang sempit,namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan dasar persatuan Indonesia.
4.      Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila ini adalah;
  1. Adanya kebebasan yang disertai tanggung jawab baik terhadap masyarakat maupun moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.
  3. Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama.
  4. Mengakui perbedaan individu, kelompok, ras, maupun golongan.
  5. Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu.
  6. Mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusiaan yang beradab.
  7. Menjunjung tinggi asas musyawarah.
Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam pergolakan untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran dan aliran yang sempit dan hanya mementingkan dirinya sendiri.
5.       Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan hak-hak dan tidak memihak antara satu dengan yang lainnya, serta pemerataan terhadap suatu hal. Keadilan disini meliputi keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri , manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negaranya. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan yang harus terwujud meliputi
·         Kedilan Distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara Negara terhadap warganya, maksudnya Negara harus menjamin kesejahteraan dan ketentraman warga negaranya.
·         Keadilan Legal,yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara maksudnya warga Negara wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan dan perundang-undangfan yang berlaku.
·         Keadilan Komutatif, maksudnya hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya saling timbal balik.
keadaan bertujuan agar masyarakat dapat bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya, sehingga kesejahteraan dapat tercapai secara merata. setiap perbuatan baik yang dilakukannya. 
terlihat dari lima nilai pancasila tidak satupun yang salah atau bertentangan dengan kehidupan bangsa kita, pancasila memang sebuah ideologi yang sesuai dengan kehidupan bangsa ini, oleh karena itu alangkah baiknya kita sebagai warga negara mengamalkan nilai-nilai yang baik itu dalam kehidupan semua itu perlu perubahan dan perubahan berawal dari diri kita sehingga nantinya tujuan luhur pancasila dapat tercapai di dalam negara tercinta ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar